Hujan

Benarkah hujan bisa memengaruhi suasana hati seseorang?

Jika tidak, lalu kenapa banyak orang yang  sama mendungnya dengan langit akhir-akhir ini?

Mungkin karena sinetron kita selalu menggambarkan orang yang sedih sebagai orang yang menangis sambil kehujanan.

Mungkin karena ketika hujan, kita refleks melihat ke luar jendela saat mulai menggerutu.

Jendela adalah layar transparan yang meneruskan cahaya dari luar ke matamu. Namun ia tidak dapat meneruskan apa yang keluar dari matamu, yang kemudian memantul balik ke dalam matamu sebagai rentetan sebab-akibat yang kau sebut itu kenangan.

Kenangan….

Kenangan baik maupun kenangan buruk cenderung membuat kita sedih. Kenangan buruk membuat kita sedih karena perasaan menyesal kalau kita pernah mengalaminya, sementara kenangan baik membuat kita sedih karena sadar kalau kenangan itu mungkin tak akan kita alami lagi. Manusia memang selalu punya alasan untuk bersedih.

Mungkin karena hujan menyerupai orang menangis. Ketika seseorang sedih, engkau sebut hatinya sedang ‘mendung’, atau harinya ‘kelabu’. Lalu air merembes dari celah-celah matanya, ada yang lirih seperti gerimis, ada yang meraung-raung seperti badai petir. Ketika seseorang terlalu banyak menangis engkau menyebutnya ‘membanjir’. Lalu ada juga orang yang menangis dalam keadaan bahagia, yang sama jarangnya dengan hujan dalam keadaan cerah.

Aku heran mengapa orang-orang menyukai bau tanah basah, kupu-kupu, mekar bunga-bunga, dan pelangi namun mengutuk-ngutuk hujan badai. Bukankah hujan badai tersebut adalah wasilah terbitnya pelangi dan bunga-bunga? Um, terasa familiar sekali. Kita memang terbiasa mengutuki masalah meskipun kita tahu benar adanya masalah adalah prasyarat utama munculnya solusi.

Lalu bagaimana denganmu, apakah kamu juga sama mendungnya dengan langit hari ini?

Lain kali ketika kamu terjebak atau kebasahan karena hujan. Selalu ingat, bukan hujan yang salah, namun kamu yang selalu lupa membawa payung.

Iklan

Berikan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s